Kisah Gadis dari Daerah Rawan Narkoba yang Menjadi Penghafal Quran

 

ortu_asuh_penghafal_quran_0

Lahir dari keluarga sederhana di Kedung Badak, Bogor, Rasti tinggal bersama ibu dan dua adiknya di rumah yang hanya beralaskan semen dan berdinding bilik. Sewaktu-waktu rumah itu bisa tergerus longsor atau digusur. Sebuah lingkungan yang terkenal dengan sebutan ‘Kampung Pemulung’.

Bukan hanya itu. Rasti juga tumbuh di kawasan rawan narkoba dan pergaulan bebas. Namun itu tidak menjadikan Rasti kehilangan impian. Ia bercita-cita menjadi orang sukses.

ortu_asuh_penghafal_quran_03

Maka ketika datang kesempatan masuk Ma’had Askar Kauny, Rasti merasa bersyukur dan segera memanfaatkannya.

ortu_asuh_penghafal_quran_04

Ditinggal ayahnya sejak kecil membuat Rasti tak pernah mengenal sosok bapak. Sejak belia ia sudah merasakan hidup serba kekurangan.Ibunya hanya bekerja sebagai buruh dan menyempatkan diri berjualan cilok demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Saat kelas 4 SD, Rasti harus putus sekolah karena kekurangan biaya. Ia pun terpaksa membantu ibunya menjadi penjaga warung makan. Pernah juga ia menjadi Asisten Rumah Tangga.

ortu_asuh_penghafal_quran_05

Allah juga Yang Maha membolak-balikkan keadaan. Tak ada seorang pun yang mampu menentang kehendakNya.

Satu tahun di Ma’had Askar Kauny, gadis pendiam ini membuktikan bahwa ia mampu mengatasi semua kesulitan yang dulu ia hadapi. Ramadhan lalu, ia diminta mengajarkan menghafal Alquran di sebuah Majelis Taklim. Saat pengasuh menyerahkan honor mengajarnya, Rasti menangis.

“Dulu, ingin punya uang 20 ribu saja susah. Sekarang, karena Al Quran, Rasti bisa bawa pulang uang ke rumah….”

Tekat Rasti kini sudah bulat. Ia ingin sukses dengan Alquran.

Dan pada wisuda tahunan yang diadakan awal Agustus kemarin, Rasti memperoleh predikat MUMTAZ (Sempurna) di raportnya dan memperoleh penghargaan menjadi santri teladan.

ortu_asuh_penghafal_quran_02

Barakallah, Rasti… Semoga Alquran selalu menjadi pedoman hidupmu, menjadi sebab Allah mencintaimu dan menjagamu.

Kami mengajak para Donatur untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi Rasti dan 420 santri Yatim Dhuafa lain yang tersebar di 20 pesantren Tahfizh di Indonesia dan Mesir. Setiap ayat yang mereka hafalkan dan amalkan, Insyaa Allah mengalirkan pahala keberkahan dan rahmat yang akan sampai pula kepada orang-orang yang menyantuninya.

Salurkan Donasi Infaq, Sedekah dan Zakat anda ke:

💳 BNI Syari’ah 200.200.4544 atan Nama Askar Kauny
📲 Konfirmasi ke : 0857 7379 8083

———————————————–
Mohon Bantu share kepada orang lain. Jika ada yang membantu dari info yang Anda share, insya Allah anda pun akan mendapat kebaikan yang sama dengan yang berdonasi.

Insya Allah setiap ayat yang mereka baca dan pelajari, menjadi pahala yang terus mengalir bagi Orang Tua Asuhnya.

One thought on “Kisah Gadis dari Daerah Rawan Narkoba yang Menjadi Penghafal Quran

  1. jonru Ginting 12 August 2017 / 10:55

    Reblogged this on Jonru Ginting and commented:
    Subhanallah…
    Kita yang belum hafal Al Quran jadi malu nih. Semoga bisa menjadi motivasi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s