Sejarah Akrom Foundation

akrom foundation Unsur AKROM pada yayasan kami ini berasal dari nama H. Akrom bin H. Abdussalam, seorang ulama independen sekaligus pengusaha ternak dan pertanian yang sukses dari Tulungagung, Jawa Timur.

Beliau punya sekitar 200 ekor sapi perah di beberapa lokasi di Tulungagung dan Kediri. Saat masih belia, Haji Akrom sudah memiliki perkebunan seluas lebih kurang 6 hektar.

Akrom muda menuntut ilmu hingga ke kota suci Madinah di Saudi Arabia. Tahun 1920, setelah beberapa tahun menimba ilmu di pondok Tihamah di Madinah, beliau kembali ke Tanah Air.

Guru beliau di Madinah – KH. Maklum – juga orang asli Tulungagung. Menurut cerita Pak Dakir, putra beliau, Kyai Maklum adalah seorang ahli Asbabun Nuzul Quran dan Hadist Shahih.

Sejak masih muda, Haji Akrom telah mengajarkan ilmunya di sejumlah pondok pesantren, dan banyak murid beliau yang kini menjadi tokoh sukses.

Karena kepiawaian dalam dakwah dan usaha perniagaannya yang sukses, Haji  Akrom pun memiliki pengaruh yang luar biasa di kalangan warga dan tokoh di Tulungagung saat itu.

Namun kesuksesan duniawi tidak membuat Haji Akrom lupa diri. Sebaliknya, beliau justru menjadi orang yang sangat dermawan dan peduli pada sesama. Ini terbukti dari sejumlah bidang tanah di Tulungagung yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid dan lembaga pendidikan.

Haji Akrom wafat di usia muda, sekitar 40 tahun, di saat ramainya huru-hara pemberontakan PKI yang pertama di Indonesia. Beliau meninggalkan istrinya (Hj. Musarofah), tiga putra (H. Maolani, H. Fuad Effendi, dan H. Imam Tamami), dan satu putri (Hj. Masrifah).

Memang, usia biologis H. Akrom tidak panjang. Namun usia kebaikan beliau Insya Allah akan sangat panjang, karena warisan wakaf beliau akan menjadi amal jariyah, sebagai penyelamat beliau di akhirat kelak.

Tahun 2015, para cucu Haji Akrom memutuskan untuk melanjutkan perjuangan beliau, dengan mendirikan Yayasan Badan Wakaf Haji Akrom di Tulungagung, agar kebaikan-kebaikan beliau terus mengalir dan semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Suatu hari, muncul ide dari pengurus kami untuk mendirikan cabang yayasan ini di Jakarta. Salah satu penyebabnya adalah karena salah seorang cucu Haji Akrom, yakni Imam Nur Azis (putra dari H. Imam Tamami) kini menetap di Jakarta, aktif di media sosial, dan memiliki banyak aktivitas di bidang sosial.

Maka sejak awal 2017, Akrom Foundation cabang Jakarta pun didirikan. Semua pengurus intinya adalah orang-orang profesional yang berpengalaman di bidang fundraising.

Salah satu misi utama kami saat mendirikan cabang Jakarta adalah ingin menjadikan Akrom Foundation sebagai yayasan yang semakin besar dan semakin profesional, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu, dan semoga semakin banyak amal jariyah yang mengalir untuk Haji Akrom. Aamiin….

Dukungan Anda

Bagi Rekan-rekan yang tergerak hatinya untuk membantu sesama, sekaligus untuk menambah amal jariyah, baik untuk diri sendiri maupun untuk Haji Akrom, dipersilahkan, bisa menjadi DONATUR kami. Tatacara selengkapnya bisa dibaca di sini.

Hubungi Kami

Anda punya pertanyaan, komentar, saran atau kritik untuk Akrom Foundation? Silahkan hubungi kami.

hubungi kami